Kontroversi Dalam
Ujian Nasional
Arum Trigunadi
Siswa MAN 1 (MODEL) Bandar Lampung
Ujian Nasional
atau yang sering disebut dengan UN adalah program pemerintah dalam
menyelenggarakan penilaian terhadap siswa-siswi di Indonesia, sebagai tolak
ukur dalam belajar. Banyak pihak yang berselisih akan hal ini, ada pihak yang
setuju di adakannya Ujian Nasional karena dapat menigkatkan mutu pendidikan. Dengan
kata lain, siswa dan guru harus bekerja sama dengan baik. Dengan begitu, siswa
di tuntut untuk dapat mengerjakan soal-soal dengan baik dan benar tanpa ada
kecurangan sedikitpun. Sementara, di pihak lain merasa tidak setuju di
adakannya Ujian Nasional. Mereka beranggapan bahwa Ujian Nasional sekarang
sudah tidak dapat dipercaya lagi kebenarannya, terbukti dengan bocornya kunci
jawaban sebelum ujian berlangsung.
Departemen Pendidikan
Nasional telah mengusahakan agar kecurangan dalam Ujian Nasional tidak terjadi
lagi dengan membuat beberapa paket soal dalam Ujian Nasional agar tidak terjadi
kecurangan. Bahkan tahun ini (2012) Pemerintah telah menyiapkan 20 paket Ujian
Nasional, guna mengurangi kecurangan dan bocornya kunci jawaban. Selain itu,
Pemerintah juga mengerahkan anggota kepolisian di setiap sekolah untuk menjaga
keamanan. Akan tetapi usaha Pemerintah seperti sia-sia, selalu ada oknum-oknum
yang tidak bertanggung jawab menyebarkan kunci jawaban kepada siswa baik itu
sebelum berlaku paket soal Ujian Nasional maupun sesudah paket Ujian Nasional
itu dibuat. Kurangnya perhatian Pemerintah akan pendidikan menyebabkan
oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab merajalela. Apakah tahun ini akan
terjadi hal yang sama pada tahun-tahun sebelumnya?
Ujian Nasional
yang dilaksanakan di Indonesia adalah tes tertulis. Soal-soal yang dikembangkan
cenderung mengukur kemampuan kognitif. Hal ini akan berdampak pada proses
pembelajaran yang ada di sekolah. Sangat mungkin, guru akan terjebak dalam
model atau gaya lama yang lebih menekankan pada usaha pencapaian kemampuan
kognitif saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar